Al Hilal Legal

startup indonesia

Al Hilal Legal – Fenomena startup Indonesia masih menjadi topik yang menarik untuk dibahas, terutama di kalangan generasi muda. Hal ini tidak terlepas dari fleksibilitas kerja yang ditawarkan serta peluang besar untuk menyalurkan ide-ide kreatif. Selain itu, startup Indonesia kini masuk dalam lima besar negara dengan jumlah startup terbanyak di dunia dan menempati posisi kedua di Asia setelah India.

Seiring dengan meningkatnya jumlah startup, pemerintah pun terus berupaya mempermudah proses pendirian usaha. Salah satu langkah yang telah diterapkan adalah sistem Online Single Submission (OSS). Sistem ini bertujuan untuk menyederhanakan proses perizinan usaha serta meningkatkan peringkat Indonesia dalam Ease of Doing Business versi World Bank. Dengan adanya OSS, diharapkan pendiri startup dapat lebih mudah mengurus legalitas usaha mereka.

Dalam proses perizinan, pendiri startup perlu menentukan bentuk badan usaha yang sesuai, seperti Perseroan Terbatas (PT), CV, Firma, atau Perusahaan Perseorangan. Setelah itu, mereka juga harus mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin usaha yang relevan dengan bidang yang dijalankan. Namun, banyak calon pengusaha yang masih bingung dalam menentukan bidang usaha yang paling cocok bagi startup mereka. Oleh karena itu, pemahaman mengenai KBLI menjadi sangat penting.

Apa Itu KBLI?

Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) adalah sistem yang digunakan oleh pemerintah untuk mengelompokkan berbagai jenis kegiatan usaha. Tujuan utama dari pengelompokan ini adalah menciptakan keseragaman dalam konsep dan definisi usaha di Indonesia. Adapun KBLI terbaru yang berlaku saat ini adalah KBLI 2017, yang diatur dalam Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik No. 19 Tahun 2017.

Melalui KBLI, setiap bidang usaha dikategorikan berdasarkan jenis aktivitas ekonomi yang menghasilkan barang atau jasa. Oleh sebab itu, kode KBLI menjadi acuan penting bagi pelaku usaha dalam menentukan sektor bisnis mereka dan mengurus perizinan yang dibutuhkan. Dengan demikian, pemilihan KBLI yang tepat akan sangat membantu dalam memperlancar proses legalitas bisnis.

Dasar Penyusunan KBLI

KBLI disusun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan mengacu pada standar internasional, seperti International Standard Industrial Classification (ISIC). Selain itu, KBLI juga disesuaikan dengan ASEAN Common Industrial Classification (ACIC) serta East Asia Manufacturing Statistics (EAMS).

Struktur KBLI sendiri menggunakan kode angka, di mana dua digit pertama menunjukkan kelompok utama usaha. Sebagai contoh, kode 46 mengacu pada perdagangan besar, sedangkan kode 47 merujuk pada perdagangan eceran. Lebih lanjut, dengan sistem OSS, pelaku usaha kini dapat mencantumkan lebih dari satu KBLI dalam akta pendirian PT. Dengan demikian, mereka memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam mengembangkan bisnisnya.

Karena dunia usaha terus berkembang dan sektor-sektor baru terus bermunculan, KBLI pun mengalami pembaruan secara berkala. Hingga saat ini, OSS masih menggunakan KBLI 2017 sebagai standar dalam perizinan usaha.

KBLI yang Cocok Untuk Startup Indonesia

Seiring berkembangnya dunia digital, banyak startup berbasis teknologi mengalami kesulitan dalam menemukan KBLI yang sesuai. Pasalnya, mayoritas KBLI sebelumnya lebih relevan untuk bisnis konvensional. Akan tetapi, KBLI 2017 telah memasukkan kategori baru yang mencakup usaha berbasis digital. Beberapa di antaranya adalah:

  1. KBLI 63122 – Portal Web dan/atau Platform Digital dengan Tujuan Komersial
    • Mengelola situs web yang berfungsi sebagai mesin pencari atau portal internet.
    • Menyediakan platform digital untuk transaksi elektronik seperti marketplace, layanan on-demand, digital advertising, dan financial technology.
  2. KBLI 63111 – Aktivitas Pengolahan Data
    • Mengolah dan menganalisis data dari pelanggan.
    • Menyediakan layanan big data dan fasilitas mainframe bagi klien.
  3. KBLI 62012 – Pengembangan Aplikasi Perdagangan melalui Internet (e-Commerce)
    • Merancang dan mengembangkan aplikasi e-commerce.
    • Menyediakan layanan konsultasi dan pemrograman terkait perdagangan digital.
  4. KBLI 58200 – Penerbitan Perangkat Lunak (Software)
    • Menerbitkan perangkat lunak siap pakai seperti sistem operasi, aplikasi bisnis, dan permainan digital.

Tips Memilih KBLI yang Tepat Untuk Startup Indonesia

Karena banyaknya pilihan KBLI yang tersedia, sering kali pelaku usaha merasa kebingungan dalam menentukan kategori yang paling sesuai. Oleh karena itu, agar tidak salah memilih, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Gunakan situs resmi BPS – Anda dapat mencari KBLI yang sesuai melalui situs spkonline.bps.go.id dengan memasukkan kata kunci bidang usaha. Dengan cara ini, Anda bisa lebih mudah menemukan kategori yang paling relevan.
  • Konsultasikan dengan ahli – Tidak ada salahnya berdiskusi dengan notaris atau penyedia jasa hukum yang memahami regulasi bisnis. Mereka dapat memberikan saran terbaik dalam memilih KBLI yang sesuai dengan jenis usaha Anda.
  • Sesuaikan dengan visi dan misi perusahaan – Pilihlah KBLI yang tidak hanya relevan dengan bisnis Anda saat ini, tetapi juga dapat mendukung ekspansi usaha di masa depan. Dengan begitu, perusahaan Anda dapat berkembang tanpa perlu melakukan banyak perubahan administratif.

Secara keseluruhan, memilih KBLI yang tepat merupakan langkah krusial dalam mendirikan startup. Jika tidak menemukan kategori yang benar-benar sesuai, Anda bisa memilih KBLI yang paling mendekati. Dengan memahami KBLI, proses legalitas bisnis seperti pembuatan akta pendirian, perizinan usaha, dan NIB akan menjadi lebih mudah serta sesuai dengan regulasi yang berlaku.

KBLI

Hubungi Al Hilal Legal untuk konsultasi KBLI Anda, GRATIS! Melalui:

📱 No Tlp/WA: 0852 9579 2038

Sumber foto: alhilal

Penulis: Elis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *